Tugas Kepribadian Diri
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :)
Allahuma Sholli Alla Muhammad.....
Hai, ini adalah postingan pertama saya. Selamat membaca :)
Eti Aida Syafitri
Nama saya Eti Aida Syafitri, sebuah nama sederhana yang diambil dari nama seorang anak yang begitu pekerja keras. Nama Aida diambil dari sebagian nama ibu saya. Teman-teman biasa memanggil saya Eti. Saya lahir di Pemangkat, pada tanggal 03 Desember 2002 hari selasa subuh. Saya anak pertama dari empat bersaudara dan sekarang saya tinggal di daerah Pemangkat bersama ibu saya.
Ayah saya bernama Suwardi, beliau adalah seorang penjual ikan yang kemudian memutuskan untuk membantu ibu berdagang sembako di rumah, dan ibu saya bernama Juraida yaitu seorang ibu rumah tangga sekaligus seorang pedangan. Saya mempunyai tiga adik yang bernama Sulistiawati yang sekarang telah menginjak Sekolah Menengah Pertama kelas 3 , Riyan yang masih kelas 3 SD dan Ilham yang baru berumur 5 tahun.
Saya beragama Islam, begitu juga dengan orang tua dan saudara saya. Memiliki golongan darah O yang baru diketahui pada tahun 2018 saat ingin mendaftar menjadi anggota Palang Merah Remaja di Sekolah Menengah Atas . Tinggi badan sekitar 156 cm dan berat badan 45 kg. Saya memiliki rambut hitam yang lurus secara alami tapi terkadang saya mengeritingkannya. Itulah mengapa rambut saya kadang terlihat bergelombang . saya memiliki warna kulit kecoklatan seperti Ayah saya. Saya memiliki mata yang berwarna hitam dan agak sipit dengan bulu mata yang agak lentik. Saya senang mengenakan pakaian berwarna gelap, seperti hitam, coklat atau hijau gelap karena menurut saya warna-warna tersebut membuat saya terlihat percaya diri.
Warna hitam adalah warna favorit saya, karena warna hitam dikenal sebagai salah satu warna yang netral. Inilah alasan mengapa saya senang ketika memandangi langit malam, apalagi yang penuh bintang. Dengan memandang langit rasanya perasaan saya menjadi tenang dan damai. Saya juga menyukai ketenangan, karena kalau banyak keributan saya akan marah, saya juga tidak tahu kenapa.
Musik adalah teman saya setiap malam, saya tidak bisa lepas dari musik. Saat senang maupun sedang sedih pasti ada saja musik yang saya putar walau terkadang hanya lagu-lagu itu saja. Menurut saya dengan mendengar musik akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Musik juga membuat saya menangis ketika mendengarnya. Musik bisa membuat saya mengurangi rasa sakit, karena ketika mendengar musik saya seperti masuk ke dalam harmoni indah yang membuat saya menjadi tenang dan santai.
Ketika berumur 5 tahun, saya memulai pendidikan di Taman Kanak Kartini, Ayah menyuruhku untuk belajar bersama teman di TK Kartini. Saat masa TK ayah menilaiku sebagai anak yang nakal tapi periang. Waktu pertama kali masuk rasanya senang sekali karena bertemu teman baru. Dari belajar berhitung, menggambar, dan mawarnai. TK itu juga saya mempunyai teman yang bernama Nini. Anaknya selalu baik kepada saya. Lalu saya melanjutkan pendidikan di SDN 7 Pemangkat, Kab.Sambas. Kemudian setelah lulus saya mendaftar di sekolah favorit di daerah saya tinggal yaitu di SMPN 1 Pemangkat di tahun 2015. Di sekolah ini saya menyelesaikannya dengan baik dan bisa mendapatkan juara kelas. Ketika saya menjadi siswa di Sekolah Menegah Pertama yaitu di SMPN 1 Pemangkat, saya diajak teman untuk bermain komputer. Dia bernama Aisyah. Teman saya itu mengajari saya bagaimana cara bermain game yang baik. Saya senang sekali waktu itu karena saya hanya memainkan game untuk sekedar penghibur ketika pulang sekolah. Saya melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Pemangkat. Ketika saya menduduki bangku Sekolah Menengah Atas saya sangat aktif mengikuti organisasi seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja. Tapi karena beberapa hal dan sebagainya saya memutuskan untuk keluar dari organisasi Pramuka dan hanya terfokus pada organisasi PMR saja. Setelah lulus SMA saya melanjutkan kuliah di IAIN Pontianak. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan harapan agar dapat lulus tepat pada waktunya sehingga saya dapat menyalurkan ilmu pengatahuan yang saya dapatkan saat kuliah kepada orang lain.
Di organisasi Palang Merah Remaja itu saya menjabat sebagai pengurus dan sekretaris PMR. Di organisasi ini saya dapat mengubah kepribadian saya yang awalnya penakut untuk berbicara di depan umum menjadi berani dan percaya diri untuk melakukannya, karena percaya diri merupakan salah satu kunci agar saya bisa mempercayai kemampuan diri saat sedang membantu orang lain. Tanpa adanya sikap kepercayaan diri, saya tidak akan bisa dengan mudah tergerak dalam membantu orang lain. Melalui ekstrakurikuler PMR saya dapat mempelajari berbagai pengetahuan baru bahkan keterampilan yang mungkin belum dimiliki oleh teman-teman yang tidak ikut tergabung sebagai anggota PMR. Saya sering mengikuti lomba di organisasi ini, contohnya lomba se-kabupaten Sambas yang beberapa kali menjuarai lomba tersebut baik itu kejuaraan antar sekolah maupun umum. Semasa SMA saya juga pernah menjadi panitia acara Palang Merah Remaja selama beberapa hari pelaksanaannya, yang membuat saya dilatih untuk mengurus semua kegiatan itu agar menjadi kegiatan yang menarik dan mengedukasi. Saya telah belajar untuk bertanggung jawab atas jabatan yang saya dapatkan dengan tidak mudah itu, dibantu oleh teman-teman lainnya juga. Dalam berkegiatan inilah yang dapat membentuk kepribadian saya agar lebih mudah bersosialisasi dengan orang sekitar. Kemampuan bersosialisasi tentu sangat dibutuhkan bila kita melihat orang mengalami kecelakaan dan membutuhkan pertolongan pertama. Pengalaman saat menjadi anggota PMR yang paling menyenangkan itu pada saat upacara bendera, dimana teman-teman yang lain kepanasan karena terik matahari, sedangkan kami angoota PMR tidak kepanasan dikarenakan kami berbaris di belakang siswa sehingga agak redup. Di organisasi inilah saya dapat mengubah kepribadian saya untuk memiliki sifat empati serta kepekaan yang baik, mendorong diri untuk senantiasa peduli terhadap orang lain.
Saya lahir sebagai anak yang ceria. Saya juga tipe orang yang mau bekerja keras dalam setiap pekerjaan yang saya lakukan agar pekerjaan tersubut bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Karena dari kecil saya telah diajarkan oleh orang tua saya untuk melakukan sesuatu dengan maksimal, tidak setengah-setengah. Sejak saya menduduki bangku Sekolah Dasar saya sudah diajarkan untuk berjualan sembako yang kami buka di depan rumah. Saya diajarkan bagaimana cara melayani pembeli dengan sangat baik. Sejak saat itulah banyak hal baru yang aku temui. Namun, saya juga memiliki beberapa sifat yang buruk. Saya masih sering bersikap egois. Sampai sekarang saya berusaha mengurangi sifat-sifat buruk itu dengan berusaha belajar mandiri. Di kota kelahiran, saya adalah orang yang menyukai humor dan suka akan hal-hal yang berbau aneh dan berbau mistis atau misteri. Dan saya juga pensaran akan sesuatu yang belum jelas faktanya. Saya menyukai kedamaian dan ketenangan. Menurut saya, untuk membuat orang mengerti dan memahami maksud yang ingin di capai tidak perlu sesuatu yang menggunakan kekerasan fisik dan mental hanya diperlukan komunikasi yang baik saja.
Saya selalu berfikir dan berorientasi kedepan dan menyukai tantangan. Tantangan menurut saya adalah segala hal yang menghalangi tujuan yang ingin dicapai. Tantangan membuat kita berhati-hati dan teliti dalam mengambil tindakan, dan oleh karena itu, saya selalu berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan bersikap tenang walau berbagai masalah dan tugas menunggu untuk diselesaikan. Saya juga selalu berfikir bahwa semua masalah pasti ada solusinya, maka dari itu saya selalu bersikap optimis dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Tapi terkadang saya bersikap putus asa, saya merenungkan diri beberapa waktu kemudian untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.
Saya memiliki hobi membaca buku-buku motivasi dan pengarang terfavorit saya adalah Jerome Polin Sijabat, yang berjudul Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa. Buku ini lebih menekankan tentang perjalanan seorang Jerome Polin dari lahir ketika masa reformasi hingga bisa menjadi mahasiswa di Universitas Waseda dan memiliki kanal Youtube dengan jumlah pengikut yang banyak. Saat membaca buku itu saya melihat betapa rajin dan semangatnya Jerome dalam belajar sejak usia dini, motivasi untuk bisa berkuliah di luar negeri seolah memberinya energi ekstra. Banyaknya ilustrasi dan soal matematika membuat saya tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk menandaskan buku itu dan bukunya dikemas dengan sangat menarik. Saya sangat menyukai buku yang penuh dengan warna dan ilustrasi, dan buku Jerome ini adalah salah satunya. Karena bagi saya saat membaca buku itu sangat membosankan jika tidak ada gambarnya. Dengan membaca saya dapat mengubah hidup menjadi lebih positif dan percaya diri dalam membuat keputusan. Selain mengurangi stress, membaca dapat membuat diri lebih tenang ketika menghadapi perselisihan dan juga dengan membaca dapat membentuk motivasi untuk menjadi lebih baik.
Dan jika ada waktu luang saya pergunakan untuk menonton film kesukaan saya. Saya juga sering menghabiskan waktu hanya untuk menonton sepanjang hari hingga membuat mata saya menjadi sakit. Sejak saat itu saya mulai berfikir, apa gunanya menonton film yang tiada habisnya itu? Hanya mendapatkan lelah dan pusing. Tapi sekarang saya sudah mengurangi untuk menonton film dan saya memperbanyak menonton berita, menonton racing dan juga menonton tutorial dengan tujuan bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut. Selain menonton film saya juga suka bersepeda di sore hari, karena menurut saya dengan bersepeda membuat hati menjadi tenang.
Dibalik kepribadian saya itu, saya juga memiliki kepribadian yang menjadi penghambat perkembangan saya. Sebagai contoh saya orangnya pemalu, anggap saja saya itu orang yang “Malu Bertanya Sesat di Jalan”. Dan juga saya orangnya suka berbohong, yang dimaksud dengan suka berbohong ini adalah dengan aspek tertentu seperti berbohong untuk kebaikan orang lain dan juga terkadang saya berbohong untuk kepentingan diri sendiri. Itu adalah semua kepribadian yang saya pikir penghambat perkembangan saya sendiri. Sifat pemalu yang saya punya itu nmelainkan saat belajar sesuatu. Contoh saat sedang dalam pelajaran kuliah, saya tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh dosen dan saya hanya terdiam karena malu untuk bertanya sesuatu. Biasanya dalam hal seperti ini saya hanya bisa bertanya kepada teman sekelas yang mengerti apa yang dijelaskan oleh dosen, walaupun ada kekurangan dalam penjelasan teman saya.
Kepribadian selanjutnya yang buruk yaitu kepribadian yang kurang disiplin. Sebagian orang pasti pernah merasa kurang disiplin sebagai manusia dewasa sifat yang cenderung merugikan diri kita, contohnya seperti tidak tepat waktu yang saya tentukan dan akhirnya yang merugikan saya. Lalu boros selalu dapat terjadi jika kita tidak menahan diri semakin dewasa pengeluaran pun semakin banyak, kepribadian yang jelek ini tentu sangat merugikan apalagi saya sebagai mahasiswa yang seharusnya dapat menabung untuk masa depan saya entah apa yang selalu gampang membuat uang di saku cepat habis tetapi hal ini bisa di atasi jika kita biasakan hidup berhemat.
Selain itu, saya juga mempunyai hambatan dalam proses perkembangan ini, tepatnya saya itu orangnya selalu berfikir negative terhadap orang lain, contoh walaupun saya orangnya sabar, tapi sabar itu ada batasannya. Bila orang lain yang membicarakan saya, saya hanya bisa menoleh kearah lain agar saya tidak terpancing dengan pembicaraan mereka. Sifat tersebut yang menghambat perkembangan saya dalam pergaulan juga. Dan saya membutuhkan teman yang senantiasa memotivasi saya, saya tahu semua orang membutuhkan motivasi dari seseorang teman dan keluarga. Dan dalam hal inilah saya mencoba untuk menghilangkan pikiran negative ini.
Dari segala kepribadian yang saya miliki ada yang bersifat baik untuk membangun hidup yang lebih baik ada juga yang merugikan bagi saya tetapi saya terus berusaha untuk memperbaiki yang telah terjadi untuk menjadi pribadi yang baik dan bersyukur, tidak ada alasan untuk seseorang belajar lebih baik, karena masa depan, kesuksesan, keberhasilan itu ada di tangan kita. Karena menjadi orang besar itu butuh proses dari kecil tergantung kita memilih yang baik apa yang buruk.
Masyaallah Anak Ayah :)
BalasHapus